Selasa, 17 September 2019

Pengalaman Berbahasa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  Kembali lagi bersama saya Rahaneta Dewi disini sya akan menceritakan pengalaman saya dalam berbahasa, ketika saya harus pindah ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan, disini saya diharuskan mengerti dan paham dalam bahasa yang dipakai di Pontianak, karena satu kata saja yang saya ucapkan itu salah lafal atau penyebutan maka beda pula arti yang dimaksud.
  Memang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terbiasa dengan bahasa yang ada,tapi dengan seiring berjalannya waktu dan semakin sering kita dengarkan atau bahkan kita gunakan sendiri,maka tidak akan lama waktu yang kita butuhkan untuk belajar dan memahami bahasa tersebut. Untung saja daerah asal saya masih menggunakan bahasa melayu yang hampir sama dengan bahasa melayu Pontianak,jadi tidak perlu waktu lama untuk saya beradaptasi dengan bahasa melayu Pontianak.
  Ya walaupun terkadang saya merasa agak asing berbahasa melayu di Pontianak karena dengan logatnya disini,jadi saya terkadang berbicara itu campur dengan bahasa indonesia,agar bahasa yang saya gunakan dimengerti di lingkungan sekitar.
Misalnya kejadian waktu itu saya membantu sepupu saya masak di dapur,ketika saya mau memotong bawang saya meminta tolong sepupu saya untuk mengambilkan "lading",dengan spontan sepupu saya bilang "ape lading tu?pisau ke?" Dan sayapun menjawab "iya". Terkadang bahasa daerah asal itu masih sering terbawa ketika berbicara di Pontianak,ya memang tidak bisa begitu saja kita melepaskan kebudayaan bahasa daerah asal kita,walaupun kita merantau di daerah lain kita harus tetap mengingat daerah asal kita.
  Sebenarnya mengenal dan mengetahui berbagai macam bahasa itu sangatlah menyenangkan, kenapa?, karena kita bisa tau budaya bahasa dari suatu daerah dan kita juga bisa ikut serta melestarikan bahasa tersebut agar tidak punah di makan zaman. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus menjaga dan melestarikan budaya kita jangan sampai suatu saat nanti anak cucu kita tak tau apa-apa tentang budaya asalnya hanya gara-gara hilang di makan perkembangan zaman.
  Dengan mengetahui berbagai macam bahasa juga kita bisa banyak mendapatkan manfaat, misal kita dapat mengetahui arti dari bahasa tersebut,kita bisa tau daerah asal teman berbicara kita, belajar bahasa baru, pengalaman bertemu orang baru,dan masih banyak lagi manfaat yang lain. Misal ketika saya ketemu orang sunda,saya pakai bahasa sunda yang umum,terus orang sundanya nanya "Kok bisa bahasa sunda?, orang sunda ya?" Saya jawab "bukan kak, saya orang asli kalimantan tengah,cuma saya ada teman dari sunda yang sering berbahasa sunda sama saya,jadi saya bisa belajar sedikit banyak tentang bahasa sundanya".
Sekiranya sampai disini dulu ya, semoga catatan kecil ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, terima kasih atas kunjungannya, dan jangan lupa berkunjung kembali ya:)))


  

Minggu, 08 September 2019

Tentang Saya

Assalamualaikum teman-teman:)))
hallo,,namaku Rahaneta Dewi. Teman-temanku memangggilku dengan panggilan Neta,aku lahir disebuah daerah yang dimana merupakan perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,Sukamara namanya. Sekarang aku berumur 18 tahun,dan sudah memasuki perkuliahan tahun ini. Aku kuliah di Institut Agama Islam Negeri Pontianak,bagiku masuk ke IAIN Pontianak persaingannya cukup ketat,dimana dari berbagai daerah mengikuti berbagai seleksi masuk tersebut,dan akupun merasa cemas ketika tahu bahwa yang mengikuti seleksi itu cukup banyak. Walaupun aku gagal ditahap seleksi pertama(SPAN-PTKIN)tapi aku pantang menyerah,aku mencoba tahap seleksi kedua(UM-PTKIN),dan hasilnya Alhamdulillah aku lulus:D,ya walaupun aku dari sekolah umum bukan berarti aku tak bisa mengikuti seleksi dan menjawab tes yang ada,jika ada kemauan In Syaa Allah ada jalan teman,jadi jangan menyerah tetap semangat untuk berjuang demi harapan orang tua kita:). Mungkin sampai disini dulu ya,karena sudah bingung mau lanjut cerita apa lagi,sampai jumpa dilain waktu teman online ku:))).