Senin, 02 Desember 2019

Taubatnya Kaum Ninawa

    Kaum Ninawa adalah salah satu kaum yang sangat keras kepala, penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan, dan Nabi Yunus seorang nabi yang menganut ajaran agama Samawi, dia ditugaskan untuk berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa - Iraq. Nabi Yunus adalah putra dari matta keturunan Benyamin bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Yunus telah berulang kali memperingatkan kaum Ninawa, namun mereka tetap tidak mau merubah keyakinan mereka dengan alasan karena Nabi Yunus bukan berasal dari kaum mereka.
    Ajaran - ajaran Nabi Yunus tidak sedikitpun mengubah hati kaum Ninawa. Hingga keadaan inilah yang membuat Nabi Yunus berputus asa. Dan suatu hari Nabi Yunus, bersiap - siap hendak pergi meninggalkan kaum Ninawa, dia mengingatkan kaum Ninawa untuk segera bertaubat. " Wahai kaum Ninawa, sesungguhnya aku peringatkan kepada kalian bahwa jika kalian masih tetap menyembah apa yang kalian sembah saat ini. Allah akan menurunkan azab yang sangat pedih atas diri kalian. Oleh karena itu, cepatlah kalian bertaubat. Semoga Allah mengampuni kalian semua " .
    Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa mulai gelisah, karena seketika cuaca berubah menjadi pucat pasi dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Kaum Ninawa pun menjadi takut akan ancaman Nabi Yunus. Kaum Ninawa berlari kesana kemari mencari Nabi Yunus untuk meminta maaf dan mengajari serta menuntun agama kepada mereka. Kaum Ninawa berteriak meminta pengampunan Allah SWT atas dosa mereka. Allah SWT yang maha pemaafpun mengampuni mereka, dan keadaan kembali seperti semula.

Rabu, 09 Oktober 2019

Resume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI/FTIK IAIN Pontianak di Perpustakaan IAIN Pontianak

1. Cover/Sampul
    a. Judul Skripsi
       " NILAI - NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY"
b. Penulis : HERMANIAH

2. Lembaran Motto :
    Artinya : " Hai orang - orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan baku, penjaganya malaikat - malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan - Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". ( Q.S. At - Tahrim : 6)

3. Abstrak
Hermaniah, Nilai - nilai Pendidikan Islam Dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman El Shirazy. Skripsi. Pontianak. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Islam Negeri ( STAIN ) Pontianak, 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Nilai - nilai Pendidikan Islam yang terdapat dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih yang terdiri dari : 1) Memaparkan nilai - nilai pendidikan islam yang terdapat dalam unsur penokohan dalam novel ketika cinta bertasbih. 2) Memaparkan nilai - nilai pendidikan islam yang terdapat dalam unsur alur dalam novel ketika cinta bertasbih. 3) Memaparkan nilai - nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam unsur tema dalam novel ketika cinta bertasbih. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah penulis rumuskan sebelumnya, maka jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan bahan - bahan atau data - data tertulis, dan analisis data dengan menggunakan  analisis isi ( content analysis ) dengan langkah - langkah sebagai berikut : a) Menganalisa isi khususnya nilai - nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih dengan cara membaca, mengkaji kemudian memilah bagian - bagian isi novel yang terkait dengan tujuan penelitian. b) Mengklasifikasikan nilai - nilai pendidikan islam yang terdapat dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih berdasarkan unsur - unsur intrinsik yang terdapat dalam novel tersebut. c) Mengkaji nilai - nilai pendidikan yang terdapat dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih ditinjau dari sudut pandang ajaran islam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat peneliti simpulkan sebagai berikut : 1) Nilai - nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam unsur penokohan, 2) Nilai - nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam unsur Alur, 3) Nilai - nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam unsur tema.


4. Daftar Isi
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
       A. Latar Belakang
       B. Fokus Penelitian
       C. Tujuan Penelitian
       D. Manfaat Penelitian
       E. Metode Penelitian
       F. Teknik Pengumpulan Data
      G. Teknik Analisis Data
      H. Kajian Pustaka
      I. Novel Ketika Cinta Bertasbih
     J. Sistematika Penulisan
BAB II NILAI - NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL
            A. Pengertian Nilai Pendidikan Islam
                 1. Pengertian Nilai
                     a. Nilai
                     b. Macam - macam Nilai
                2. Pengertian Pendidikan Islam
          B. Novel sebagai Wahana Penyampaian nilai atau pesan
BAB III UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH
              A. Unsur Penokohan
              B. Unsur Alur
             C. Unsur Tema
BAB IV PENJELASAN NILAI - NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
                A. Nilai - nilai Pendidikan Dalam Unsur Penokohan
                     1. Pekerja Keras
                     2. Menjauhi diri dari perbuatan tercela
                     3. Bersyukur
                     4. Sabar dan Ikhlas
                     5. Menuntut Ilmu
                     6. Memiliki Harapan dan Ikhlas
                     7. Silaturahmi
                     8. Mengutamakan Keluarga
                     9. Tolong Menolong
             B. Nilai - nilai Pendidikan Dalam Unsur Latar
                 1. Persahabatan atau persaudaraan
                 2. Perjuangan
                 3. Jangan pasrah pada nasib dan takdir
           C. Nilai - nilai Pendidikan Dalam Unsur Tema
                1. Tanggung jawab
                2. Kesetiaan anak kepada orang tua
               3. Cinta yang di ridhai Allah akan mengantarkan kebahagiaan yang abadi dunia dan akhirat
               4. Sifat buruk akan dibenci orang dan merugikan diri sendiri
               5. Segala sesuatu yang terjadi karena kehendak Allah ( Qadha dan Qadar )
               6. Kesabaran membuat seseorang menjadi jiwa yang kuat
BAB V PENUTUP
          A. Kesimpulan
         B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

5. Kutipan
1) Menurut Ahmad D. Marimba ( 1989 : 25 ) mendefinisikan nilai sesuatu yang mempunyai tolak ukur atau ketentuan - ketentuan yang digolongkan menurut sistem kamasyarakatan, kesusilaan maupun keagamaan.
2) M. Tholhah Hasan ( 1986 : 57 ) menyatakan bahwa, nilai tidak dapat dilepas dari system Nilai.
3) Ahmad Mudlor ( tt : 46 ), mengatakan nilai material mempunyai wujud karena dapat dirasakan, baik dengan rasa lahir, panca indra maupun rasa batin.
4) Imam Barnadib ( 1987 : 7 ) mengatakan nilai religi disamping merupakan integritas kepribadian yang mencapai tingkat budi ( consciencia ), juga sifat mutlak kebenarannya, yang bersifat universal dan suci
5) Menurut Yandianto (258) kerja keras adalah melakukan sesuatu yang diperbuat dengan gigih dan sungguh-sungguh.
6) Menurut sugiono ( 2007 : 203 ) Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi digunakanbila penelitian berkenan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala - gejala alam, dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
7) Menurut Lofland ( Lexy L. Moeleong 2002 : 112 ) sumber data utama dalam penelitian dalam penelitian kualitatif adalah kata - kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain sebagainya.
8) Menurut Andi Pratowo ( 2011 : 29 ) objek penelitian itu ada yang berupa benda yang dapat diukur, diraba dan dilihat. Namun. adapula sesuatu yang tidak demikian sifatnya. Karena realitas tidak dapat langsung diketahui yang dianggap penelitian adalah gejala - gejala tampak.
9) Burhan Nurgiyantoro ( 2007 : 321 ) mengatakan, sebuah karya fiksi ditulis oleh pengarang untuk antara lain, menawarkan model kehidupan yang diidealkannya.
10) Menurut Sugiyono ( 2007 : 15 ) metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme.

6. Daftar Pustaka
    1) Burhan Nurgiantoro. ( 2007 ). Tori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gadjahmada University Press
    2) Komarudin,dkk ( 2003 ). Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta : PT Bumi Aksara
    3) Masan Alfat dan Mulyadi ( 1994 ). Akidah Akhlak Madrasah Aliyah kelas 2. Semarang : PT Karya Toha Putra
    4) Teuw ( 1984 ). Sastra dan Ilmu Sastra, pengantar teori dan sastra. Jakarta : Pustaka Jaya
     5) Tri Kurnia Nurhayati. ( 2005 ) Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta. Eska Media
     6) H.A. Malik Ahmad ( 1971 ). Akidah ( buku - 1 ) Pembahasan Mengenai Allah dan Takdir. Jakarta : Al Hidayah
     7) Khairawati,dkk ( 2006 ). Pedoman Penulisan Skripsi. Pontianak. STAIN Press.
     8) Djamaluddin dan Abdullah Aly ( 1999 ). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bandung. CV Pustaka Setia
     9) Anton Bakker dan Achmad Chariz Zubair ( 1996 ). Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta : Kanisius
    10) M.Tholhah Hasan ( 1986 ). Persepsi Islam Dalam Menghadapi Tantangan Zaman. Jakarta : Bangun Prakarya










Minggu, 06 Oktober 2019

Nama: Rahaneta Dewi
Nim: 11901068
Kelas: PAI 1/A

Tugas Observasi Prinsip dan Penggunaan EYD/PUEBI pada kain rentang/spanduk, banner, papan nama, poster, stiker, dll.

1.
Alamat/tempat pengambilan foto: Jalan Teuku Umar               
Waktu: 5/10/19 14.34                   
Analisis: 1.Penulisan "umbul^2" itu seharusnya "umbul-umbul" karena termasuk kata ulang semu         
2. Penulisan "Dll" seharusnya diikuti dengan tanda titik (.)
Sumber: 1. https://dosenbahasa.com/penggunaan-tanda-hubung/amp#aoh=15703687159692&amp_ct=1570368770439&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s
2. https://dosenbahasa.com/tata-cara-penulisan-singkatan
2.

Alamat/tempat pengambilan foto: Jalan Khw. Hasyim 
Waktu: 2/10/19 12.19                          
Analisis: Penulisan "ALAT2" seharusnya "Alat-alat"                
Sumber: https://dosenbahasa.com/penggunaan-tanda-hubung/amp#aoh=15703687159692&amp_ct=1570368770439&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s

3. 

Alamat/tempat pengambilan foto: Gang Gunung Sahari, Jalan H. Rais A. Rachman      Waktu: 3/10/19 09.32                 
Analisis: kata "Lbr" seharusnya "lbr" 
Sumber: https://id.m.wikibooks.org/wiki/Resep:Singkatan

4. 

Alamat/tempat pengambilan foto: Warung Kopi Upgrade               
Waktu: 30/09/19 09.30                                Analisis: -                                           
Sumber: -

5. 

Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Gajah Mada                   
Waktu : 5/10/19 14.26                  
Analisis : kata tersebut tidak baku dan seharusnya penulisannya "Apotek"                Sumber : https://kbbi.web.id/apotek-atau-apotik

6. 

Alamat/tempat pengambilan foto: Jalan Khw. Hasyim                 
Waktu: 4/10/19 14.49                     
Analisis: kata "Dr." Seharusnya "dr."       Sumber: http://portalsatu.com/read/budaya/bagaimanakah-cara-membedakan-singkatan-doktor-dan-dokter-9056

7. 

Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Teuku Umar                 
Waktu: 5/10/19 14.32   
Analisis: Kata "Jl" seharusnya diganti menjadi "Jalan", kata "Dlm" seharusnya diganti menjadi "Dalam", kata "Rp." Seharusnya tidak menggunakan tanda titik(.)           
Sumber : PUEBI (hal 29)
https://dosenbahasa.com/tata-cara-penulisan-singkatan

8. 

Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Merdeka                                 
Waktu : 6/10/19 17:26                         
Analisis : kata "Rp" di spanduk itu seharusnya tidak memakai tanda baca (.).  Sumber : https://dosenbahasa.com/tata-cara-penulisan-singkatan

9. 

Alamat/tempat pengambilan foto: Jalan H. Rais A. Rachman             
Waktu: 30/09/19 19.01                    
Analisis: -                                            
Sumber: -

10. 

Alamat/tempat pengambilan foto : Jalan Merdeka
Waktu : 3/10/19 15.17
Analisis : kata tersebut tidak baku dan seharusnya penulisannya "Apotek"                Sumber: https://dosenbahasa.com/tata-cara-penulisan-singkatan

Selasa, 17 September 2019

Pengalaman Berbahasa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  Kembali lagi bersama saya Rahaneta Dewi disini sya akan menceritakan pengalaman saya dalam berbahasa, ketika saya harus pindah ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan, disini saya diharuskan mengerti dan paham dalam bahasa yang dipakai di Pontianak, karena satu kata saja yang saya ucapkan itu salah lafal atau penyebutan maka beda pula arti yang dimaksud.
  Memang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terbiasa dengan bahasa yang ada,tapi dengan seiring berjalannya waktu dan semakin sering kita dengarkan atau bahkan kita gunakan sendiri,maka tidak akan lama waktu yang kita butuhkan untuk belajar dan memahami bahasa tersebut. Untung saja daerah asal saya masih menggunakan bahasa melayu yang hampir sama dengan bahasa melayu Pontianak,jadi tidak perlu waktu lama untuk saya beradaptasi dengan bahasa melayu Pontianak.
  Ya walaupun terkadang saya merasa agak asing berbahasa melayu di Pontianak karena dengan logatnya disini,jadi saya terkadang berbicara itu campur dengan bahasa indonesia,agar bahasa yang saya gunakan dimengerti di lingkungan sekitar.
Misalnya kejadian waktu itu saya membantu sepupu saya masak di dapur,ketika saya mau memotong bawang saya meminta tolong sepupu saya untuk mengambilkan "lading",dengan spontan sepupu saya bilang "ape lading tu?pisau ke?" Dan sayapun menjawab "iya". Terkadang bahasa daerah asal itu masih sering terbawa ketika berbicara di Pontianak,ya memang tidak bisa begitu saja kita melepaskan kebudayaan bahasa daerah asal kita,walaupun kita merantau di daerah lain kita harus tetap mengingat daerah asal kita.
  Sebenarnya mengenal dan mengetahui berbagai macam bahasa itu sangatlah menyenangkan, kenapa?, karena kita bisa tau budaya bahasa dari suatu daerah dan kita juga bisa ikut serta melestarikan bahasa tersebut agar tidak punah di makan zaman. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus menjaga dan melestarikan budaya kita jangan sampai suatu saat nanti anak cucu kita tak tau apa-apa tentang budaya asalnya hanya gara-gara hilang di makan perkembangan zaman.
  Dengan mengetahui berbagai macam bahasa juga kita bisa banyak mendapatkan manfaat, misal kita dapat mengetahui arti dari bahasa tersebut,kita bisa tau daerah asal teman berbicara kita, belajar bahasa baru, pengalaman bertemu orang baru,dan masih banyak lagi manfaat yang lain. Misal ketika saya ketemu orang sunda,saya pakai bahasa sunda yang umum,terus orang sundanya nanya "Kok bisa bahasa sunda?, orang sunda ya?" Saya jawab "bukan kak, saya orang asli kalimantan tengah,cuma saya ada teman dari sunda yang sering berbahasa sunda sama saya,jadi saya bisa belajar sedikit banyak tentang bahasa sundanya".
Sekiranya sampai disini dulu ya, semoga catatan kecil ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, terima kasih atas kunjungannya, dan jangan lupa berkunjung kembali ya:)))


  

Minggu, 08 September 2019

Tentang Saya

Assalamualaikum teman-teman:)))
hallo,,namaku Rahaneta Dewi. Teman-temanku memangggilku dengan panggilan Neta,aku lahir disebuah daerah yang dimana merupakan perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,Sukamara namanya. Sekarang aku berumur 18 tahun,dan sudah memasuki perkuliahan tahun ini. Aku kuliah di Institut Agama Islam Negeri Pontianak,bagiku masuk ke IAIN Pontianak persaingannya cukup ketat,dimana dari berbagai daerah mengikuti berbagai seleksi masuk tersebut,dan akupun merasa cemas ketika tahu bahwa yang mengikuti seleksi itu cukup banyak. Walaupun aku gagal ditahap seleksi pertama(SPAN-PTKIN)tapi aku pantang menyerah,aku mencoba tahap seleksi kedua(UM-PTKIN),dan hasilnya Alhamdulillah aku lulus:D,ya walaupun aku dari sekolah umum bukan berarti aku tak bisa mengikuti seleksi dan menjawab tes yang ada,jika ada kemauan In Syaa Allah ada jalan teman,jadi jangan menyerah tetap semangat untuk berjuang demi harapan orang tua kita:). Mungkin sampai disini dulu ya,karena sudah bingung mau lanjut cerita apa lagi,sampai jumpa dilain waktu teman online ku:))).